Kenali Apa itu MES (Manufacturing Execution Systems)

MES (Manufacturing Execution Systems) merupakan sistem yang digunakan dalam dunia industri manufaktur guna mengelola, mengontrol, dan memantau proses produksi. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai apa itu MES (Manufacturing Execution Systems) dan fungsi utamanya.

MES (Manufacturing Execution Systems)

Tujuan utama dari MES adalah meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan kualitas produk, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Sistem ini nantinya akan melacak dan mengumpulkan data real time dari berbagai sumber seperti peralatan, mesin, dan tenaga kerja. Perolehan data tersebut kemudian dianalisis dan digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan yang tepat untuk mengelola produksi.

Fungsi Utama MES (Manufacturing Execution Systems)

Sebagai sistem yang digunakan dalam dunia industri manufaktur, MES memiliki fungsi utama sebagai berikut.

1. Pengumpulan Data Produksi

MES berfungsi sebagai pengumpulan data produksi secara real time, termasuk informasi yang berkaitan dengan jumlah produksi, kecepatan produksi, waktu siklus, dan kinerja mesin. Data jumlah produksi dapat membantu pemantauan kuantitas produksi dan perencanaan persediaan. Sementara data kecepatan produksi dibutuhkan untuk penilaian optimal atau tidaknya dalam mencapai target.

Waktu siklus membantu identifikasi langkah yang dibutuhkan guna memperbaiki efisiensi proses. Data mengenai kinerja mesin dapat membantu dalam pemeliharaan terjadwal, perbaikan yang diperlukan, dan pengoptimalan penggunaan mesin.

2. Pelacakan Material

Salah satu fungsi utama dari MES adalah melacak material dan komponen yang digunakan selama proses produksi. Mereka biasanya memantau ketersediaan material secara real time sehingga lebih akurat. Hal ini nantinya bermanfaat dalam perencanaan produksi, menghindari kekurangan bahan baku, dan mengoptimalkan penggunaan persediaan yang ada.

3. Penjadwalan dan Pengendalian Produksi

Selain itu, MES juga memiliki fungsi sebagai penjadwalan dan pengendalian produksi. MES membantu mengatur jadwal produksi, mengendalikan urutan produksi, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya guna memaksimalkan efisiensi.

4. Manajemen Kualitas

Jadi, MES membantu melakukan pemantauan terhadap kualitas produk selama masa produksi, lalu mengidentifikasi cacat atau ketidaksesuaian, dan mengaktifkan langkah perbaikan yang dibutuhkan. Hal itu dilakukan untuk memastikan standar kualitas agar terpenuhi dengan baik.

5. Pelaporan dan Analisis

MES juga menyediakan laporan dan analisis mendalam terkait kinerja produksi, efisiensi, waktu produksi, dan kualitas produk. Informasi tersebut diperoleh untuk acuan dalam pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan perbaikan berkelanjutan.

Pengguna MES (Manufacturing Execution Systems)

Pengguna MES tergantung pada peran dan tanggung jawabnya dalam perusahaan manufaktur. MES (Manufacturing Execution Systems) digunakan oleh beberapa pihak dalam industri manufaktur, yakni:

  • Manajer Operasional
  • Operator Pabrik
  • Manajer Kualitas
  • Perencana Produksi
  • Tim IT dan Pengembang Sistem
  • Manajer Rantai Pasokan

Demikian penjelasan singkat mengenai apa itu MES (Manufacturing Execution Systems), tujuan utama, dan fungsi utamanya. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Scada System? Simak Ulasannya Di Sini!

Istilah SCADA system mungkin masih asing di telinga masyarakat secara umum. Padahal hampir semua bidang industri mengaplikasikan teknik sistem otomasi ini untuk proses pengontrolan produksi maupun distribusi. Lantas, apa yang dimaksud dengan sistem SCADA dan bagaimanakah cara kerjanya? Pembahasan lebih lengkapnya bisa Anda simak melalui ulasan di bawah ini.

Pengertian Sistem SCADA

SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) adalah arsitektur sistem kendali otomatis berbasis komputer untuk mengontrol proses industri, infrastruktur serta fasilitas. Sistem ini berfungsi sebagai kontrol, akuisisi data, komunikasi data jaringan dan penyajian data. SCADA didukung teknologi GUI (Graphical User Interface) yang akan memudahkan dalam proses navigasi serta pengontrolan yang membutuhkan reaksi cepat, ketepatan tingkat tinggi dan proses yang kompleks.

Sistem SCADA juga dilengkapi fitur PLC (Programmable Logic Controller) sehingga bisa diprogram dan disesuaikan dengan mesin di sekitarnya. Penggunaan sistem SCADA umumnya ditemukan pada industri skala besar dengan cara kerja project driven process seperti pengeboran dan pengolahan minyak bumi dan penjernihan air. Industri manufaktur atau pabrikasi modern juga banyak yang menerapkan sistem SCADA untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Cara Kerja Sistem SCADA

Sistem SCADA memanfaatkan sensor serta aktuator yang saling terhubung dengan control logic dan calculation. Dengan begitu, tim operator yang memiliki tugas mengawasi proses atau komponen yang ada pada sebuah sistem tidak perlu mengoperasikannya secara manual.

SCADA system akan menggerakkan seluruh mesin pada proses tersebut dengan logic yang telah diatur dan diawasi oleh tim operator. Sistem ini bahkan mampu memonitor serta mengoperasikan mesin pabrik pada lokasi yang berbeda.

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem SCADA

Kelebihan sistem SCADA yang paling menonjol adalah dapat mengontrol proses industri skala besar di banyak tempat. Operator yang berada di satu lokasi bisa mengawasi semua proses industri hanya dengan menggunakan remote access. Karena kelebihannya ini, tidak heran jika sistem SCADA digunakan oleh banyak perusahaan industri internasional.

Selain itu, sistem ini memungkinkan penyimpanan data log dalam server utama dan server cadangan. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat untuk menjaga seluruh informasi dan data penting perusahaan.

Selain memiliki kelebihan, sistem SCADA juga memiliki kekurangan. Utamanya dari segi keamanan. Karena tersambung di banyak lokasi dalam satu network, pengaplikasian sistem ini akan berisiko apabila terjadi tindak kejahatan siber atau peretasan. Meski kasus peretasan jarang terjadi, perusahaan tetap harus mewaspadainya.

Demikianlah informasi mengenai apa itu SCADA system berikut dengan cara kerja serta kelebihan dan kekurangannya. Apabila Anda berencana membangun perusahaan yang bergerak di bidang infrastructure process atau facilities process, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang penerapan sistem SCADA dalam dunia industri. 

Apa Itu Sistem SCADA dan Fungsinya? Ini Dia Penjelasannya!

Bagi semua pelaku industri di Indonesia, sistem SCADA merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami dengan sangat baik. Biasanya, sistem ini digunakan dalam industri manufaktur berbagai sektor, hingga generator listrik.

Pengertian Sistem SCADA

SCADA sendiri merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition. Di dalam sistem ini, terdapat 4 (empat) fungsi utama: kontrol, komunikasi, akuisisi data, dan penyajian data. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing fungsi tersebut.

Kontrol

Sistem kontrol di dalam SCADA berfungsi untuk mengendalikan alat-alat dari dari jarak jauh. Dengan penggunaan SCADA yang tepat, proses kontrol jarak jauh ini pun bisa dilakukan dengan mudah.

Komunikasi

Dalam hal komunikasi, SCADA memiliki fungsi utama untuk mengirimkan data ke Remote Terminal Unit. Dan proses komunikasi data ini sendiri berlangsung selama 24 jam penuh setiap hari tanpa ada jeda. Dengan demikian, data yang ditransfer juga bersifat real time.

Akuisisi data

Terkait dengan akuisisi data, SCADA berfungsi untuk menyimpan data yang telah diterima dari master computer ke dalam hard drive. Proses penyimpanan data ini berlangsung secara otomatis secara terus-menerus untuk meminimalisir risiko data hilang. 

Penyajian data

Fungsi berikutnya yang dimiliki sistem SCADA berkaitan dengan penyajian data. Dalam fungsi ini, SCADA akan menyajikan atau menampilkan data-data yang telah dikumpulkan melalui monitor. Kemudian Computer Control Room bisa melihat data yang lengkap untuk memastikan bahwa data sudah benar.

Komponen Penting pada SCADA

Dan untuk menunjang seluruh fungsi tersebut, SCADA memiliki serangkaian komponen penting, yang meliputi:

  1. Sensor analog maupun digital.
  2. Remote Telemetry Unit (RTU), yaitu komponen berupa komputer mini untuk mengumpulkan data lokal dari berbagai sensor. RTU juga mengirim perintah secara langsung ke peralatan industri yang terdapat di lapangan.
  3. Master Terminal Unit (MTU) sebagai komputer pengolahan pusat SCADA. Di dalam MTU, terdapat Human Machine Interface (HMI).
  4. Jaringan telekomunikasi yang menghubungkan MTU dengan RTU di lapangan. Dengan adanya jaringan telekomunikasi ini, proses pengolahan serta penyajian data menjadi semakin fleksibel dan efisien dari segi waktu.

Di Mana SCADA Diterapkan?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, SCADA diterapkan di berbagai sektor industri. Tepatnya industri yang membutuhkan Industrial Control System (ICS), seperti:

Industrial Process

  • Pabrik
  • Generator listrik
  • Manufaktur

Infrastructure Process

  • Industri penjernihan dan distribusi air
  • Industri pipa gas dan minyak bumi
  • Industri pengolahan limbah dan air kotor
  • Distribusi tenaga listrik
  • Penggerak kincir angin
  • Sistem peringatan diri

Facilities Process

  • Bandara
  • Gedung
  • Heating, Ventilation, and Air Conditioning System (HVAC System)
  • Pelabuhan
  • Stasiun luar angkasa

Dengan adanya sistem SCADA, seluruh proses industri berskala besar pun bisa dimonitor pada satu tempat. Pasalnya, semua sistem, sensor, mesin, alarm, dan peralatan terhubung ke dalam satu jaringan yang sama.

Mengenal Scada Software, Fungsi dan Komponen Yang Ada di Dalamnya

SCADA software merupakan gabungan software dan juga beberapa hardware yang akan membentuk sistem untuk mengawasi, mengontrol dan juga mengakuisisi data alam pada sebuah proses kendali sistem khusus. Sistem biasanya digunakan oleh PLN untuk melakukan monitoring maupun pengontrolan jaringan transmisi serta distribusi listrik.

Bukan hanya itu saja beberapa industri dan manufaktur juga memakai sistem SCADA untuk memonitoring dan mengontrol berbagai peralatan produksi.

Apa Itu SCADA?

SCADA software adalah sebuah sistem yang mempunyai pengaturan dengan empat fungsi utama dan akan selalu bekerja di antaranya adalah kontrol, komunikasi, akuisisi data, dan juga penyajian data. Sistem tersebut memiliki  fungsinya masing-masing.

Pada sistem kontrol berfungsi untuk mengontrol dari jarak jauh. Proses pengontrolan jarak jauh bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan mengandalkan sistem SCADA software download dengan tepat.

Sistem komunikasi sendiri berfungsi  untuk mengirim data ke Remot Terminal Unit sehingga data yang dikirim  berlangsung 24 jam non stop tanpa adanya jeda dan aman. Akuisisi sendiri berfungsi menyimpan data yang berasal dari master komputer yang sudah diterima pada hard drive.

Penyimpanan data tersebut akan dilakukan secara terus menerus dan memberikan kemudahan dalam penyimpanan prosesnya. Setelah memahami fungsi dalam sistem SCADA software list, maka harus tahu juga komponen-komponen penting di dalamnya.

Komponen-komponen Pada SCADA Software

Ada beberapa sistem yang ada di dalam SCADA software market ini yang akan meliputi keseluruhan Remote Terminal Units, Area Control Center atau biasa disebut dengan stasiun utama dan  jaringan telekomunikasi. Inilah komponen-komponen lengkapnya yang harus Anda ketahui:

1.RTU

Remote Terminal Unit (RTU) adalah sebuah remote station yang  berbentuk prosesor dimana fungsinya adalah untuk menerima, mengolah, dan juga meneruskan informasi yang berasal dari master station ke dalam sistem yang diatur maupun sebaliknya.

2. Master Terminal Unit

Master Terminal Unit ini memiliki fungsi untuk menampilkan data yang ada di dalam operator lewat HMI. Nantinya akan mengirimkan sinyal kontrol ke dalam plant yang berjauhan dan mengumpulkan data-data berasal dari lokasi yang jauh.

3. Sensor

Sensor ini terdiri dari analog dan juga digital, sensor ini adalah sebuah kontrol relai dimana secara langsung akan berhubungan dengan berbagai macam aktuator.

4. Field Device

Sebuah plant untuk berbagai sensor dan juga aktuator, kedua hal tersebut akan diawasi serta dikendalikan agar sesuai yang di inginkan.

5. Supervisory Computer

Komponen yang satu ini adalah hal yang paling utama dari keseluruhan sistem yang akan menyelesaikan proses sesuai dengan program yang nanti dibuat.

6. Communication System

Bagian yang satu ini adalah sistem komunikasi di antra MTU-Ratu atau antara RTU dan juga field.

7. Human Machine Interface

Fungsi paling utama HMI di dalam SCADA software ini adalah sebagai jembatan di antara operator agar dapat memahami dengan baik mesin tersebut bekerja.

Mengenal Perbedaan SCADA dan HMI dalam Sistem Komputasi

Di dunia sistem komputasi, Anda akan mengenal istilah SCADA dan HMI. Fungsi keduanya sering dianggap sama. Padahal ada perbedaan SCADA dan HMI yang benar-benar mendasar.

SCADA dan HMI digunakan secara terpisah meskipun memang ada beberapa kemiripan di antara keduanya. Mari kenali lebih banyak lagi apa saja perbedaan yang dimiliki!

Perbedaan SCADA dan HMI

Dua hal ini memiliki tujuan automasi yang sama hanya saja cara kerjanya berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara SCADA dan HMI yang penting untuk Anda ketahui.

1.      Pengertian

SCADA merupakan Supervisory Control and Data Acquisition sementara HMI adalah Human Machine Interfaces. SCADA merupakan sebuah sistem terintegrasi yang fungsinya mengontrol sekaligus monitoring kerja dari sebuah alat.

Sementara itu HMI merupakan bagian dari SCADA. Fungsi dari HMI adalah memberikan kemudahan komunikasi terhadap peralatan yang tergabung di sebuah sistem.

2.      Sistem SCADA

Mari lihat apa sistem yang berjalan di SCADA. SCADA ini menggunakan sistem Programmable Logic Controllers atau PLC. Nantinya sistem ini akan memberikan beragam fungsi mulai dari operasi relay, polling, komunikasi, dan lain-lain.

Semua data dari PLC nantinya akan terkumpul ke SCADA. Lalu data-data tersebut akan dipakai untuk mengambil keputusan yang dianggap penting dan berpengaruh.

3.      Sistem HMI

Perbedaan SCADA dan HMI memang terletak pada sistemnya. HMI sendiri menggunakan sistem Graphical User Interface yang nantinya akan memberi instruksi kepada hardware lewat PLC.

Dari semua poin ini, bisa dipahami bahwa HMI dan SCADA sebenarnya dua sistem yang saling melengkapi satu sama lain. HMI akan mempermudah kontrol operator sementara SCADA akan memberi kontrol pada keseluruhan proses.

HMI menjadi bagian dari SCADA dan akan membantu SCADA dalam menjalankan fungsi kontrolnya. HMI itu sendiri bisa menjadi solusi untuk mengendalikan sistem yang lebih sederhana. Sementara itu SCADA menjadi solusi untuk sistem yang lebih rumit.

Jika Anda sudah memahami perbedaan SCADA dan HMI, maka Anda bisa menggunakan keduanya sesuai fungsi. Keduanya sama-sama berperan penting dalam manajemen perusahaan termasuk yang bergerak di bidang industri. Kunjungi https://trimaxindo.co.id/ untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai keduanya.

Solusi SCADA Trimaxindo

Portofolio visualisasi HMI AVEVA menawarkan pilihan alat lengkap dengan ruang lingkup dan kemampuan yang terbentang dari Edge hingga Enterprise. Baik Anda memerlukan aplikasi berbasis Linux atau Antarmuka Manajemen Operasi berbasis konteks, penawaran kami adalah yang terlengkap di industri. Sejarah panjang kami dalam ruang visualisasi HMI / OMI tidak tertandingi, sejak 30+ tahun yang lalu di bawah merek Wonderware. Selama waktu itu, HMI telah berkembang lebih dari sekadar grafik di layar, menjadi aplikasi transfer pengetahuan utama untuk mencapai kesadaran situasional yang lebih besar di lantai pabrik. Aplikasi ini dapat digunakan secara mandiri atau digabungkan dengan alat teknologi operasi lainnya untuk membuat sistem manajemen yang komprehensif.

scada hmi

Server

Edge

Solusi sempurna untuk tim lini depan yang memerlukan pemantauan dan kontrol proses lokal di tingkat aset, peralatan, atau lini dengan kemampuan IIoT dan HMI tertanam.

Area: mesin, lini produksi

AVEVA Edge HMI​

Human Machine Interface: AVEVA InTouch HMI

Industrial Internet of Things: AVEVA Edge HMI

Supervisory

Ideal untuk manajemen terpusat SCADA terdistribusi atau operasi ke dalam satu model pabrik terpadu yang ditujukan untuk mendorong standardisasi lintas departemen.

Area: ruang kontrol, pabrik/dilokasi

AVEVA InTouch HMI

Operations Control Platform: AVEVA System Platform

Enterprise

Platform konvergensi IT OT yang ditujukan untuk mendorong kolaborasi dan visibilitas perusahaan di seluruh operasi regional atau global.

Area: multi-lokasi, kantor pusat / kantor

InTouch OMI

Enterprise Visualization: AVEVA Unified Operations Center

Client

Akses berbasis browser ke sistem HMI SCADA Anda dari perangkat apa pun, di mana pun, kapan pun.

Klien Web InTouch memberdayakan pengguna HMI/SCADA biasa dan seluler Anda. Akses baca-saja ke grafis InTouch runtime ini menawarkan opsi hemat biaya bagi pengguna yang hanya memerlukan pemantauan status produksi atau proses, akses KPI, dan dasbor operasional. Selain itu, akses ke grafik pilihan dari HMI favorit dunia juga sepenuhnya mobile dan berfungsi hampir di semua perangkat dengan browser web yang kompatibel dengan HTML5 termasuk tablet dan ponsel cerdas, tanpa instalasi klien dan tanpa pemeliharaan.

Selain itu, untuk pengguna jarak jauh atau seluler dengan kebutuhan operasional, InTouch Access Anywhere adalah ekstensi yang menyediakan akses baca/tulis penuh ke aplikasi InTouch lengkap melalui browser web apa pun yang mendukung HTML5.

Penawaran InTouch Web Client dan InTouch Access Anywhere memenuhi visi kami untuk memungkinkan visualisasi, kolaborasi, dan eksekusi di berbagai tingkat organisasi. Mereka memberdayakan pengguna untuk memantau, mengontrol, dan memecahkan masalah peralatan atau proses pabrik dengan aman dari lokasi mana pun, di perangkat apa pun, kapan pun.

AVEVA InTouch: AccessAnywhere

AccessAnywhere

InTouch Access Anywhere, sebuah add-on untuk InTouch HMI, terus memberdayakan pengguna kasual dan seluler, menyediakan akses berbasis browser yang andal, aman, dan jarak jauh ke aplikasi InTouch dari perangkat apa pun, di mana pun, kapan pun.

Platform Klien

– Akses: Baca-Tulis
– Jaringan: Tersedia Akses Internet

Kebutuhan Server

– OS Windows Server (Wajib)
– Lisensi Microsoft RDS CAL oleh Microsoft

  • Sebagai aplikasi browser web, ini memperluas akses HMI SCADA ke pengguna di mana saja untuk pengambilan keputusan waktu nyata yang lebih baik.
  • Memungkinkan personel yang paling sesuai dari lokasi mana pun untuk langsung berkontribusi pada solusi.
  • Peningkatan keamanan dunia maya ke Secure Gateway
  • Kontrol Proses Penuh, Akses ke seluruh Aplikasi InTouch

AVEVA InTouch: WebClient

WebClient

Klien Web InTouch memberdayakan pengguna HMI/SCADA biasa dan seluler Anda. Akses baca-saja ke grafis InTouch runtime ini menawarkan opsi hemat biaya bagi pengguna yang hanya memerlukan pemantauan status produksi atau proses, akses KPI, dan dasbor operasional.

Platform Klien

– Akses: Baca Saja
– Jaringan: Intranet (Jaringan Lokal)

Kebutuhan Server

Tidak ada Persyaratan khusus

  • InTouch Web Client memungkinkan grafik aplikasi InTouch yang menyediakan visualisasi kesadaran situasional, dasbor operasional, dan data KPI waktu nyata.
  • Menampilkan Grafis ArchestrA real-time dengan data langsung dari InTouch HMI atau Platform Sistem
  • Konfigurasi sederhana. Tanpa Pemrograman.
  • Tidak diperlukan server web IIS atau Layanan Desktop Jarak Jauh (RDS).

AVEVA Edge: ThinClient

ThinClient​

Melihat layar proyek dari jarak jauh pada beberapa tipe thin client yang berbeda. Gunakan Penampil Aman mandiri; berbasis Internet Explorer; Akses Seluler berkemampuan HTML5 untuk mengakses proyek Anda dari hampir semua komputer atau perangkat seluler lainnya.

Platform Klien

– Akses : Baca-Tulis

– Jaringan : Intranet (Jaringan Lokal)

Kebutuhan Server

Konfigurasi Layanan Informasi Internet (IIS)

  • Penampil Aman Mandiri untuk mencapai keamanan terbesar di stasiun lantai pabrik.
  • Klien Tipis Web berbasis Internet Explorer untuk mencapai fleksibilitas terbesar pada desktop Windows.
  • Akses Seluler berkemampuan HTML5 untuk mengakses proyek Anda dari hampir semua komputer atau perangkat seluler lainnya
  • Aktifkan multi-sesi di setiap Thin-Client

5 Benefits of MES Manufacturing Execution System

MES Manufacturing Execution System is a platform for managing all critical production activities, including material inventory, production orders, and work instructions in real-time. MES offers extensive data and analysis, which previously could not be achieved through traditional methods. MES presents many valuable advantages for manufacturers. Here are some of the benefits or advantages of using MES.

Reduce scrap and waste

MES Manufacturing Execution System can quickly identify problems and can be resolved promptly so that not many damaged parts and materials are wasted. It works by detecting inconsistencies in the production line and the finished product, thereby limiting wasted material immediately.

Capture costs more precisely

With MES, various costs such as labour, scrap, downtime and maintenance are recorded in real-time. Management will use this data to evaluate which business models are not profitable. MES enables your company to increase productivity across all of its production facilities.

Increase uptime

Sudden downtime will harm the company because production stops while labour costs continue to run. The integrated MES Manufacturing Execution System can schedule maintenance, which will prevent downtime and increase the useful life of machine assets.

Reduce storage

Inventory records conventionally make storage of raw materials in warehouses increase, and they do not know the following action plan. Old raw materials, of course, take up space; if they are thrown away, they will lose money. With MES, all purchasing activities shipments will be updated in real-time, including inventory records. MES can increase efficiency from production records, material use and time required accurately.

Reduce costs

MES makes it possible to logically streamline operations once you better handle the product, materials, time, and effort required to get the job done. This process ultimately allows you to reduce orders or free up personnel from operating production lines and controlling inventory.

Those are some of the benefits or advantages of using the MES Manufacturing Execution System. For those of you who are interested in implementing the MES Manufacturing Execution System, then you can consider getting it through PT. TRIMAXINDO ADIMITRA. Established in 1995, PT. TRIMAXINDO ADIMITRA has built a reputation for our commitment to service and product excellence over the years. As a growing and committed company, we have been trusted to serve customers in various industries, e.g. oil and gas, oil services, mining, food, automotive, textile, construction and other general industries. For more information, you can get it through the official website of PT. TRIMAXINDO ADIMITRA at https://trimaxindo.co.id/.

7 Kriteria Utama yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih MES Manufacturing Execution System

Salah satu langkah penting menuju peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya produksi adalah penerapan Manufacturing Execution System (MES).

Dengan ini, perusahaan manufaktur mencapai banyak manfaat penting, seperti transparansi proses produksi secara real-time. Perencanaan produksi yang efisien. Ketertelusuran sumber daya dan kejadian produksi, fleksibilitas produksi yang lebih besar untuk beradaptasi dengan perubahan. Lebih sedikit kesalahan (manusia) kepatuhan terhadap peraturan dan standar kualitas dan keamanan produk yang lebih baik; manufaktur tanpa kertas; dan lainnya.

Namun, dalam praktiknya, Kami melihat bahwa sistem yang diterapkan seringkali tidak memberikan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, Kami menyajikan tujuh kriteria utama yang direkomendasikan untuk dipertimbangkan ketika memilih MES Manufacturing Execution System.

Solusi yang Sudah Mapan.

Dasar untuk manajemen produksi yang efisien adalah MES Manufacturing Execution System yang mapan dan modular dengan fungsionalitas inti yang jelas (misalnya, keterlacakan), yang secara teratur ditingkatkan dan diperbarui, yang dapat ditingkatkan dengan modul tambahan (custom).

Mitra Bisnis yang Dapat Diandalkan.

Untuk pengenalan dan adopsi MES yang sukses, dengan kemungkinan ekstensi dan peningkatan dalam jangka panjang, diperlukan mitra bisnis yang andal yang memiliki visi bisnis, teknologi, dan konten yang jelas. Dengan mereka, kegunaan sistem dalam jangka panjang dipastikan (“bukti masa depan”).

Pengetahuan dan Pengalaman Ahli.

Implementasi sistem MES membutuhkan pengetahuan interdisipliner di bidang otomasi dan manufaktur IT, serta pengalaman yang luas dengan proses produksi. Eksploitasi praktik industri yang baik memastikan implementasi sistem yang efisien dan sukses.

Fleksibilitas dan Implementasi Bertahap.

Setiap produksi memiliki spesifikasi dan tujuan sendiri yang harus kita sesuaikan dengan MES dan bukan sebaliknya, karena kapasitas sistem yang berpotensi terbatas.

Ini juga berarti bahwa fungsi yang berbeda dapat memiliki prioritas yang berbeda. Itulah mengapa kemungkinan pengenalan modul secara bertahap menjadi penting, baik dari sudut pandang fungsional maupun lini/pabrik.

Konektivitas Universal.

MES Manufacturing Execution System adalah penghubung antara lapisan produksi dan sistem informasi tingkat yang lebih tinggi, sehingga konektivitas tanpa batas ke sistem bisnis (ERP), gudang (WMS) dan analitis (BI), serta sistem kontrol dan otomasi proses, dan aplikasi lainnya sangat penting.

Baca Juga : Perbedaan Scada HMI

User-friendly

Interface pengguna yang terstruktur dengan baik, dapat dimengerti, dan intuitif memainkan peran penting dalam keberhasilan adopsi MES. Kemampuan untuk menggunakan bahasa lokal juga dapat memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, dukungan multibahasa merupakan fungsi yang disambut baik.

Fungsionalitas Lanjutan dan AI.

MES Manufacturing Execution System mutakhir juga menyediakan algoritme canggih untuk pemrosesan “big data” dalam produksi. Algoritme mengubah data menjadi informasi yang berguna (KPI) dan menawarkan wawasan tambahan untuk peningkatan lebih lanjut dari proses produksi.

Selain itu, MES mutakhir mendukung daya saing manufaktur jangka panjang dengan terus menambahkan konten baru yang inovatif dan fungsionalitas teknologi ke sistem.

Itulah tujuh kriteria utama untuk dipertimbangkan ketika memilih MES Manufacturing Execution System. Bagi Anda yang tertarik untuk menerapkan MES Manufacturing Execution System, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk memperolehnya melalui PT. TRIMAXINDO ADIMITRA.

Didirikan pada tahun 1995, PT. TRIMAXINDO ADIMITRA telah membangun reputasi atas komitmen kami terhadap layanan dan keunggulan produk selama bertahun-tahun.

Sebagai perusahaan yang berkembang dan berkomitmen, kami telah dipercaya untuk melayani pelanggan di berbagai industri mis. minyak dan gas, jasa minyak, pertambangan, makanan, otomotif, tekstil, konstruksi, dan industri umum lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, bisa Anda peroleh melalui website official PT. TRIMAXINDO ADIMITRA di https://trimaxindo.co.id/.